Profil

Tedi Kholiludin adalah sosiolog agama, pengajar, peneliti dan aktivis sosial-agama. Lahir di Kuningan, Jawa Barat, Indonesia, Tedi mendapatkan gelar magister dan doktor sosiologi agama dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Ia banyak melakukan penelitian dalam isu minoritas agama, kebebasan beragama, relasi Islam-Kristen, sejarah gerakan keagamaan, konflik dan perdamaian, dan lain sebagainya. Tedi merupakan salah satu pendiri dari Yayasan Pemberdayaan Komunitas ELSA (www.elsaonline.com) dan menjadi pimpinan di lembaga tersebut. Selain itu ia juga turut serta menjadi Deput Direktur Nusantara Institute untuk kajian Agama dan Kepercayaan Nusantara (www.nusantarainstitute.com). Melalui ELSA, lembaga yang dipimpinnya, Tedi banyak terlibat dalam mempromosikan dialog lintas agama serta melakukan advokasi kebijakan publik terutama dalam aspek yang berkaitan dengan isu pluralisme dan multikulturalisme.

 

Sejak tahun 2016, Tedi menjadi pengajar di Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang (www.unwahas.ac.id) . Selain mengajar, ia memimpin Center for Research on Muslim Societies (CRMS) sebuah lembaga riset di Fakultas Agama Islam untuk melakukan kajian terhadap perkembangan masyarakat muslim di Indonesia. Dia mengajar sejumlah Mata Kuliah yang berhubungan dengan kompetensinya sebagai sosiolog agama antara lain Pendekatan Studi Islam, Antropologi dan Sosiologi Pendidikan, Manajemen dan Resolusi Konflik, Sosiologi Hukum dan lainnya.

 

Tedi menulis banyak karya baik dalam bentuk kolom, artikel jurnal, maupun buku. Beberapa artikel yang telah dipublikasikan di jurnal antara lain Field and Contestation of Religious Identity: Christian Responses to the Rise of Islamism in Post-Reformation Indonesia, History and Dynamics of Javanese Christianity in Tegal, Central Java, 1862-1942, Expanding Dakwah Through Madrasah: Madrasah Nahdlatul Wathon Semarang in the Colonial Period, dan lainnya. Sementara, buku-buku yang telah terbit antara lain Politik Pengakuan Negara atas Agama, Menjaga Tradisi di Garis Tepi, Prahara Tionghoa, Pecinan di Pecinan, dan lainnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top